APDForum.com adalah versi online dari Asia-Pacific Defense Forum, yaitu sebuah jurnal militer profesional yang diterbitkan setiap kuartal oleh Komandan dari Komando Pasifik Amerika Serikat. APDForum.com menampilkan berita dan analisis mengenai Cina, India, Filipina, Vietnam, Jepang, kedua negara Korea, dan negara-negara Pasifik lainnya oleh para koresponden profesional. APDForum.com dan The Asia-Pacific Defense Forum menyediakan sebuah forum internasional bagi personel militer di wilayah-wilayah Asia dan Pasifik.

Filipina bersama dengan Jepang dan Australia, di Kepulauan Spratly; menyetujui komunikasi langsung dengan Vietnam

2012-01-05
Oleh Jean Magdaraog Cordero
Para pelaut Vietnam di Kepulauan Spratly melambaikan tangan kepada para pengunjung pada April 2010. [Reuters]

Para pelaut Vietnam di Kepulauan Spratly melambaikan tangan kepada para pengunjung pada April 2010. [Reuters]

Jepang, Australia, dan Filipina mencari resolusi damai untuk masalah Spratly – tindakan yang sejalan dengan kebijakan untuk mengedepankan kerja sama dan mencari penyelesaian masalah perseteruan wilayah dengan berdasarkan aturan.

Pada saat yang sama, Angkatan Laut Filipina dan Angkatan Laut Vietnam sepakat untuk berbagi informasi dan memasang jalur komunikasi langsung di antara kedua pasukan penjaga pantai.

Kepulauan Spratly telah diklaim secara keseluruhan atau sebagian oleh Brunei, Cina, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam. Kelompok pulau, pulau kecil, atol, dangkalan, terumbu, tepian dan pulau karang di Laut Cina Selatan itu diyakini kaya minyak dan gas.

Pada bulan September, Jepang menjadi tuan rumah untuk kunjungan kerja Presiden Filipina Benigno Aquino III selama tiga hari. Perdana Menteri Yoshihiko Noda menegaskan dukungannya untuk resolusi damai dalam menyelesaikan perselisihan kepada tamunya.

Dalam sebuah pernyataan bersama, Noda dan Aquino “sepakat bahwa Laut Cina Selatan bersifat vital, karena menghubungkan dunia dengan wilayah Asia Pasifik, dan perdamaian serta stabilitas di wiayah itu adalah kepentingan bersama dari komunitas internasional.”

Noda dan Aquino juga “mendukung kebebasan navigasi, perdagangan tanpa halangan, dan kepatuhan akan hukum internasional yang telah ditetapkan termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Kelautan [UNCLOS] dan penyelesaian damai atas perselisihan merupakan kepentingan kedua negara dan seluruh wilayah tersebut.”

“Mereka sama-sama menyadari kepentingan ini harus ditingkatkan dan dilindungi di Laut Cina Selatan,” menurut pernyataan tersebut.

Jalur laut vital untuk perdagangan

Seperti negara lain, Jepang punya kepentingan atas kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan karena mereka menggunakan jalur laut yang vital itu untuk perdagangan. Amerika Serikat sebelumnya telah menyatakan bahwa mereka memiliki kepentingan nasional atas kebebasan navigasi di wilayah tersebut dan pihak-pihak terkait harus menyelesaikan persengketaan dengan damai berdasarkan hukum internasional yang berlaku.

Tekanan baru-baru ini meningkat setelah pejabat Vietnam dan Filipina mengatakan bahwa Cina semakin agresif dalam menyatakan klaimnya atas wilayah tersebut.

Selama kunjungan Aquino, kedua pemerintahan setuju untuk meningkatkan kerja sama antara otoritas keselamatan maritim mereka. Jepang menyetujui pengiriman Pasukan Penjaga Pantai untuk melatih rekanan Filipina mereka agar dapat berpatroli di jalur pantai mereka yang luas dengan lebih baik. Kedua negara sepakat untuk “meningkatkan pertukaran dan kerja sama antara otoritas pertahanan mereka.”

Pada 21 Oktober, Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd mengunjungi Aquino. Setelah pertemuan mereka, pemimpin Filipina itu menyatakan bahwa dia akan meminta bantuan Australia terkait dengan klaim negara tersebut akan sebagian wilayah di Spratly.

Rudd pertama kalinya berkunjung ke Filipina secara resmi untuk memperingati 65 tahun dibentuknya hubungan bilateral antara kedua negara. Aquino mengatakan bahwa Rudd adalah pakar mengenai Cina dan bahkan menguasai bahasanya, serta masukannya akan berharga dalam mencari solusi bagi pertikaian wilayah di Laut Cina Selatan.

Saat menghadiri KTT Asia Timur di bulan November, Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Cina Wen Jiabao bertemu dan mendiskusikan masalah-masalah yang terkait dengan Laut Cina Selatan. Meskipun kedua pemimpin itu tidak mengeluarkan detail diskusi mereka, Penasihat Keamanan Nasional AS Tom Donilon berbicara pada wartawan setelah pertemuan mereka.

Donilon mengatakan bahwa pejabat AS ingin agar konflik di Laut Cina Selatan diselesaikan secara damai, demikian menurut laporan yang diterbitkan. “AS punya kepentingan dalam kebebasan navigasi, arus perdagangan yang lancar, resolusi damai akan pertikaian. Kami tidak memiliki klaim apapun, kami tidak berpihak pada klaim apapun, tapi kami sebagai kekuatan maritim dunia memiliki kepentingan agar prinsip-prinsip ini diterapkan secara luas.”

Pendekatan multilateral diperjuangkan

Profesor ilmu politik dari Universitas Filipina Clarita Carlos mengatakan bahwa tindakan pihak Filipina sesuai dengan kebijakan untuk memperjuangkan jalur multilateral dalam masalah ini.

“Kami telah mengatakan sebelumnya bahwa Laut Cina Selatan adalah jalur perdagangan dunia. Delapan puluh persen dari bahan bakar yang diperlukan Jepang melewati laut itu, bahkan Korea Selatan. Adalah kepentingan semua pihak untuk menjaga jalur laut ini agar bebas dari pengekangan,” ucapnya.

“Kami ada di jalur yang tepat untuk mengajak sebanyak mungkin orang untuk mendukung pandangan kami bahwa masalah ini adalah masalah semua orang,” tambah Carlos.

Australia, AS menjaga persekutuan

Dalam pertemuan antara Australia dan Filipina, Carlos menjelaskan bahwa Australia bersekutu dengan Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Pangkalan militer Australia dan Amerika Serikat akan ditempatkan bersama pada 2012. “Australia adalah bagian struktur keamanan di wilayah itu. Kami juga mengandalkan hal itu,” ucapnya.

Australia menetapkan bahwa masalah Spratly harus diselesaikan dengan pendekatan kerja sama yang berdasarkan aturan serta menghormati hukum internasional, terutama UNCLOS.

Sementara itu, pemerintah Vietnam dan Filipina telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama di sejumlah bidang, termasuk bidang maritim. Perjanjian itu dicapai selama kunjungan kenegaraan Presiden Vietnam Truong Tan Sang pada 26 hingga 28 Oktober. Kunjungan kenegaraan itu sehubungan dengan peringatan ke-35 tahun ditetapkannya hubungan bilateral antara kedua negara.

Aquino dan Sang menyaksikan penandatanganan beberapa perjanjian, dua diantaranya adalah Nota Kesepahaman bagi Peningkatan Saling Kerjasama dan Berbagi Informasi antara Angkatan Laut Filipina dan Angkatan Laut Rakyat Vietnam serta sebuah Nota Kesepahaman untuk Pendirian Komunikasi Langsung antara Penjaga Pantai Filipina dan Polisi Marinir Vietnam.

Dalam komunikasi bersama, kedua pemimpin bertukar informasi dan pandangan atas isu-isu tentang Laut Cina Selatan atau Laut Jepang dan kembali menegaskan pentingnya pemeliharaan perdamaian, stabilitas, keamanan dan keselamatan maritim di wilayah itu.

“Kedua pemimpin menekankan bahwa pendekatan berdasarkan aturan, sesuai hukum internasional, terutama Konvensi PBB tahun 1982 mengenai Hukum Kelautan, adalah penting untuk menghadapi masalah-masalah itu melalui dialog dan konsultasi multilateral untuk menyelesaikan pertikaian wilayah secara damai di antara pihak yang bersengketa,” demikian menurut pernyataan bersama tersebut.

“Mereka juga menekankan posisi tengah ASEAN dan pentingnya pelaksanaan Deklarasi Sikap Peserta di Laut Cina Selatan yang ditandatangani tahun 2002 secara utuh,” tambahnya.

Cina baru-baru ini telah semakin agresif dalam mengklaim wilayah tersebut, dengan memotong kabel-kabel kapal Vietnam dan mengganggu sebuah kapal Filipina di Tepian Reed, yang diklaim Filipina bukan bagian dari Spratly.

Carlos mengatakan bahwa kebijaksanaan yang diikuti oleh Vietnam dan Filipina seharusnya menjadi norma.

“Hal itu seharusnya ditempuh semua pihak yang memiliki klaim. Kami menyebutnya sebagai jalur fungsional. Artinya, kami menempuh aspek non-politik. Kami bekerja sama antara pasukan penjaga pantai kami, para ilmuwan kami. Mereka inilah yang seharusnya berbicara. Politisi ingin membagi-bagi wilayah laut. Ilmuwan ingin melestarikan kesatuan ekologi laut. Mereka memperlakukan laut sebagai satu sistem ekologi.”

“Kita seharusnya mengikuti jalur fungsional dengan siapapun, termasuk yang tidak mengajukan klaim sebab mereka juga berkepentingan atas wilayah laut ini,” ungkap Carlos.

 

Beri Peringkat Artikel ini

Peringkat Saat Ini: 3.2 / 5 (250 suara)
 
 
Kirim Komentar

Kebijakan Komentar APD Forum

* menunjukkan bidang yang wajib diisi




1500 karakter tersisa (1500 jumlah karakter maksimum)

Button

Komentar Pembaca

 

Pedro tentang 04/12/2012 di 04:26AM

Sikap Cina tidak dapat diterima dalam peradaban modern. Keserakahan telah meliputi pikiran mereka. Mereka percaya bahwa semua yang ada dalam jarak pandang mereka dan lebih dari itu adalah milik mereka sehingga mereka tidak lagi menghormati hukum internasional yang mereka tanda tangani sendiri. Jika terjadi konflik, maka terjadilah. Mungkin para politisi akan menemukan cara untuk menanggulangi populasi mereka yang terus berkembang. Mereka harus diberi pelajaran.

Diablo tentang 14/07/2012 di 09:49AM

Sejauh yang kami tahu, Tuan Warga Cina, tanpa konsumen seperti warga Filipina, kalian tidak akan menjadi sedemikian besar. Bayangkan ke mana kalian akan menjual barang-barang murah kalian jika negara-negara kecil berhenti membeli dan bahkan lebih parah lagi, negara-negara yang melawan kalian kemudian bersatu.

Josan Di tentang 06/07/2012 di 03:43AM

Ini bukan masalah jarak. Masalahnya di sini adalah Filipina dilecehkan oleh para raksasa. Kepulauan Spratly berada di dalam wilayah Perairan Filipina. Karena para Raksasa ingin menjajah Filipina, maka mereka mulai dengan menjajah Spratly yang menjadi milik Filipina. Jika kalian benar-benar ingin tahu; Cina jaraknya 1000 mil dari Spratly milik Filipina, Taiwan berjarak 800 mil, sedangkan Filipina berjarak hanya 163 mil dari Spratly.

jeff tentang 26/04/2012 di 12:06PM

Saya tidak terkejut jika Cina akan mengklaim seluruh kepulauan Filipina. Mereka selalu berpikir bahwa mereka adalah manusia tertua & yang pertama berjalan di muka bumi. Di zaman kuno mereka bahkan menyebut diri mereka sebagai kerajaan tengah atau pusat peradaban di dunia.

何乐而不为 tentang 18/03/2012 di 05:29AM

Laut Cina Selatan adalah wilayah Cina. Ini fakta yang tak terbantahkan. Tidak diperlukan argumen atas kedaulatan kami mengenai batas wilayah negara kami. Ini adalah prinsip dasar orang-orang Cina. Ketika kedaulatan kami dilanggar, itu harus diambil kembali tanpa syarat. Ini merupakan kewajiban para prajurit Cina dan pekerjaan pemerintah Cina. Apapun kami lakukan untuk mencapai tujuan kami, tidak masalah apakah itu politis, diplomatis, atau militer, semuanya bisa diterima.

黑夜 tentang 16/03/2012 di 09:55AM

Cina negara besar. Bagaimana kami bisa takut pada udang kecil seperti Vietnam atau Filipina? Kami bisa meratakan kalian dengan tanah hanya selama waktu yang dibutuhkan untuk membakar dupa. Amerika Serikat, menurutmu Cina takut kepadamu? Delapan negara ini gagal mengalahkan Cina. Jika perang dimulai, bisakah kamu bertahan? Kami bangsa Cina adalah orang-orang pemberani. Kalian bangsa Amerika tidak punya nyali.

放飞自由 tentang 16/03/2012 di 12:25AM

Kedaulatan kepulauan milik Cina di Laut Cina Selatan adalah milik rakyat Cina. Tidak ada persetujuan demi kepentingan negara lain atau apa yang disebut stabilitas politik yang akan dapat diterima. Dan untuk kepulauan yang telah diduduki oleh negara-negara lain, jika negosiasi tidak berhasil, maka kepulauan tersebut akan kami rebut dengan paksa. Saat ini, meskipun situasi di Laut Cina Selatan merupakan hal yang rumit, secara historis telah banyak diketahui bahwa kepulauan ini berada di dalam perbatasan negara Cina. Terlebih lagi, wilayah ini kaya akan sumber minyak dan gas bumi. Kami harus mempertimbangkan generasi masa depan kami dan kepentingan jangka panjang nasional kami. AS dan Jepang menjajah negara lain demi sumber daya. Kami tidak bisa menyerahkan tanah yang telah ada kepada negara lain, seperti Kepulauan Diaoyu, yang tanpa alasan telah diduduki oleh Jepang (dan mereka bertahan dengan tanpa alasan). Kami tidak menjajah wilayah negara lain. Tapi, wilayah kami, tidak ada satu inci pun yang akan kami serahkan. Kami akan merebut kembali wilayah kami dengan paksa. Kami tidak akan mengikuti jejak Pemerintahan Qing yang menandatangani perjanjian yang tidak seimbang. Kami dapat mengeksplorasinya bersama dengan Rusia. Tambahan lagi, wilayah yang langka ini tidak akan dijual, tapi kami simpan untuk kepentingan kami sendiri.

 老玉米 tentang 14/03/2012 di 10:16PM

Laut Cina Selatan selalu menjadi wilayah Cina, dan PLA harus mengubah pulau terbesarnya menjadi kapal induk yang tidak bisa tenggelam.

中国平民 tentang 12/03/2012 di 10:48PM

Apakah Cina memiliki institusi administratif kelautan? Ya. Apakah Cina memiliki institusi administrasi pertanahan? Ya. Apakah Cina memiliki uang? Ya. Apakah Cina memiliki SDM? 1,3 milyar. Apakah Cina memiliki kepemimpinan? Ya. Apakah Cina memiliki institusi diplomatik? Ya. Tapi mengapa kita selalu protes setelah wilayah kita diduduki oleh pihak asing? Mengapa kita harus bernegosiasi dengan negara-negara lain berkenaan dengan integritas wilayah kita? Mengapa kita tidak bisa bersiap-siap lebih dulu? Mengapa? Mengapa?

贾智全 tentang 11/03/2012 di 05:50AM

Saat ini yang paling dibutuhkan Cina adalah bersatu. Sebagian masalah mungkin tidak bisa diselesaikan saat ini, tapi itu bukanlah masalah besar dalam jangka panjang. Yang penting di sini adalah kekuatan nasional kita. AS akan senang melihat bertambah parahnya persengketaan ini, sehingga mereka bisa mendapat keuntungan. Para pemimpin kami telah sampai pada kesimpulan yang tepat. Kini AS telah sepenuhnya mengungkapkan niatnya. Intinya, Cina harus meningkatkan kebijakan strategisnya untuk memelihara kestabilan dan kedamaian regional, menahan diri agar tidak terlalu dekat dengan AS. Saat ini kedaulatan Laut Cina Selatan seharusnya bukan masalah, tapi visi strategis jangka panjang negara kita harus berubah. Kini kita harus berkolaborasi dengan negara tetangga (terutama Rusia) untuk mengubahnya, dan kita bisa menjadi mitra strategis mereka meskipun kita bukan sekutu resmi mereka. Secara pribadi, saya pikir sudah waktunya untuk berekspansi ke Asia timur laut dan mengeksploitasi Laut Cina Selatan, kita bisa melakukannya secara simultan dan proaktif. Jika hubungan kita dengan Rusia dan Korea Utara membaik, perselisihan Laut Cina Selatan pada akhirnya akan menguntungkan kita. Kita bisa memasang Zona Ekonomi Khusus di sana, berfokus pada pengerahan militer dan pertumbuhan ekonomi. Kita juga harus berkolaborasi dengan Taiwan, dan penggunaan kekuatan bukanlah satu-satunya pilihan, kini hal itu merupakan peluang terbaik untuk memperkuat kerja sama militer. Kita bisa memasok Taiwan dengan persenjataan yang diperlukan, fasilitas dan kapal perang secara gratis, sehingga mereka bisa mengelola Laut Cina Selatan secara lebih baik.

老年人 tentang 09/03/2012 di 03:36AM

Akan lebih baik jika masalahnya diselesaikan dengan damai.

wangmin78 tentang 08/03/2012 di 06:38AM

Bagaimana pun perselisihan tentang Laut Cina Selatan yang terjadi antara Cina dan negara-negara lain, navigasi umum belum pernah terpengaruh. Jepang punya maksud tersembunyi. Mereka berniat mengepung Cina dari Timur ke Selatan. Orang-orang Filipina hanya bajingan, dengan hanya memikirkan kepentingan jangka pendek tanpa visi yang strategis. Australia mencari masalah. Kalian jauh dari Laut Cina Selatan dan kapal-kapal kalian bahkan tidak berlayar ke sana. Bukan urusan kalian.

春雨无痕 tentang 05/03/2012 di 02:50AM

Laut Cina Selatan adalah wilayah kekuasaan Cina. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan. Kedaulatan wilayah negara tidak perlu didiskusikan. Ini adalah prinsip utama rakyat Cina. Saat kedaulatan dilanggar, maka harus direbut kembali tanpa kecuali. Ini adalah tugas tentara Cina, dan juga tanggung jawab dasar pemerintah Cina. Semua tindakan, termasuk metode politis, diplomatis, dan militer, apapun juga, dapat diambil demi mencapai tujuan.

黄祥元 tentang 02/03/2012 di 02:48AM

Laut Cina Selatan adalah hak milik nenek moyang bangsa Cina dan tidak akan pernah dijajah oleh bangsa lain. Sebagai negara besar, kami harus memiliki Laut Cina Selatan; kami harus punya darah; kami harus punya sumber daya. Saya setuju akan slogan terbaru Cina, bahwa “kedaulatan di Laut Cina Selatan dimiliki oleh Cina.” Karena penyatuan kembali Cina belum berhasil dilakukan, Taiwan kembali menyulitkan kita. Strategi menyingkirkan pertikaian dan bersama-sama mengeksplorasi seperti yang diusulkan oleh Cina sudah tepat. Hal itu menyadarkan rakyat Cina! Rakyat Cina cinta perdamaian. Ini adalah “sifat alami bulu domba” kita. Pada saat yang sama, rakyat Cina harus tetap menunjukkan “sikap alami srigala” kita. Khususnya Tentara Pembebasan Rakyat kita. Kita akan mencabik-cabik para perampok yang menjajah Laut Cina Selatan demi ibu kami, negara kami, dan demi negeri yang telah merawat kami selama lima ribu tahun, jika kepentingan bangsa dan negara kami ditantang dan saat kami dibutuhkan. Kita akan menunjukkan pada mereka betapa kuatnya rakyat Cina; mari kita beri pelajaran pada mereka!

幸福人 tentang 01/03/2012 di 06:35PM

Jepang dan Filipina seharusnya merasa malu! Mereka omong besar tentang melindungi stabilitas di Laut Cina Selatan padahal mereka sedang merampas wilayah Cina. Apa yang membuat mereka percaya bahwa mereka dapat berbicara seperti itu?

锁成 tentang 01/03/2012 di 04:47AM

Laut Cina Selatan tidak ada hubungannya dengan bangsa Jepang, bukankah demikian? Para pemimpin Cina sama sekali tidak agresif, karena itu kita terus ditindas. Rakyat Cina akan mendukung perlindungan kedaulatan negara kami.

肥仔2010 tentang 29/02/2012 di 06:48AM

Untuk kesejahteraan dan revitalisasi negara kami.

郭伟华 tentang 23/02/2012 di 10:53AM

Rencana ekslorasi minyak Cina terus maju dan maju. Jika kalian berani datang, kami akan membunuh kalian.

王建民 tentang 19/02/2012 di 03:38AM

Negara-negara di Laut Cina Selatan seharusnya berhenti sejenak dan berpikir. Kesabaran Cina terbatas; jangan paksa kami untuk melakukan kekerasan. Seperti kata pepatah Cina kuno: lebih baik menantang saudara jauh daripada menantang tetangga sendiri. Cina tidak ingin mengambil hak milik Anda, tapi Anda juga harus melepaskan apa yang bukan milik Anda. Menyinggung tetangga Anda bukanlah hal yang baik bagi Anda.

刘彦宏 tentang 17/02/2012 di 11:35PM

Kami tidak akan memberi toleransi lagi. Jika dunia tidak mau perdamaian, itu bukan salah kami. Kenyataannya, Cina seperti ayam jantan yang keok.

游客 tentang 12/02/2012 di 01:10AM

Saya pikir, perang adalah suatu kepastian. Ingatlah dulu saat Jepang datang dan menghina bangsa Cina, kita memeranginya… Tanah yang menjadi wilayah kita seharusnya tidak pernah diberikan pada Jepang. Karena walau bagaimanapun, sebagai manusia yang hidup di dunia, hal yang paling penting adalah kehormatan. Meskipun Jepang lebih baik dalam hal kemiliteran, kami tidak takut. Jika kita memerangi Jepang, saya akan ikut terlibat… Wilayah di Laut Cina Selatan adalah milik kita dan harus menjadi milik kita.

上官伯 tentang 10/02/2012 di 04:09AM

Seperti halnya Hong Kong, Makau, dan tiga provinsi di Cina Timur Laut, Laut Cina Selatan adalah wilayah kekuasaan yang tak terpisahkan dari Cina. Kenapa kita harus berdiskusi dengan mereka? Diskusi ini tidak adil. Harap jangan lupakan perjanjian-perjanjian terdahulu yang tidak adil. AS, Cina memperlakukan kalian sebagai teman. Sebagai teman, harap jangan mengacau di sini. Jika kalian bertindak seperti musuh, Cina akan menghancurkan musuh seperti kalian. Jika bicara soal masa lampau, Cina seharusnya membersihkan Laut Cina Selatan sejak dulu kala. Bukankah demikian, Jenderal Yang Guanglei? Tentara Cina yang telah dimodernisasi masih harus menerima hal ini, bagaimana menurut Anda? AS mengatakan bahwa mereka tidak akan mendukung klaim kedaulatan dari pihak manapun. Maling itu ingin memasuki rumah, sehingga dia menyebut dirinya sendiri sebagai tuan rumah. Harap jangan lupa, ini adalah wilayah Cina, wilayah kedaulatan Cina. Anda tidak perlu berpura-pura gila dan bertindak seperti yenta dimana pun Anda berada. Cina menggunakan cara lembut dan sopan untuk menghina kemampuan akting Anda yang menjijikkan.

心劲 tentang 08/02/2012 di 12:35PM

Banyak warga Cina yang telah dicuci otaknya untuk percaya bahwa Kepulauan Spratly adalah bagian dari Cina sejak zaman dahulu kala, meskipun sebenarnya peta kuno tersebut mengacu ke Pulau Hainan dan Kepulauan Paracel.

珠鲁 tentang 08/02/2012 di 07:56AM

Wilayah kekuasaan melambangkan harga diri negara. Jika sebuah wilayah dikuasai negara lain, maka negara itu akan terhina...Penduduk Cina merupakan seperlima dari populasi penduduk dunia. Mari kita bersatu untuk mengalahkan AS yang kerdil dan kapal-kapal induk mereka. Jika mereka datang kembali ke Cina, maka mereka tidak akan pulang ke negara asal mereka. Biarlah mereka membuat parang dan tombak, saya ingin berperang melawan mereka.

刘石增 tentang 06/02/2012 di 07:29AM

Mempromosikan hak secara damai atas wilayah di Laut Cina Selatan adalah sejalan dengan kepentingan rakyat Cina. Itu adalah hasil yang tak dapat dihindari dari makin diperkuatnya kekuatan militer Cina yang tercermin dari persiapan pertahanan dan kekuatan militer dalam perang dingin. Cina harus tetap memperkuat persiapan pertahanan dan kekuatan militer, sehingga kemajuan menuju perdamaian dapat tercapai dengan efektif.

冯凯强 tentang 05/02/2012 di 01:23AM

Saya percaya bahwa mereka yang kehilangan wilayah kekuasaan harus dipenggal. Saya bersedia memberikan setiap sen dan bahkan nyawa saya bagi negara saya. Seperti kita ketahui bersama, 150 tahun lalu, negara kita adalah negara terkuat di dunia. Apa yang dijanjikan oleh Tuan Sun Yat-sen telah tercapai. Tapi kenapa Cina bahkan tidak sebaik negara-negara kelas dua di dunia? Sebabnya adalah: bahkan saat kita sekarang menjadi lebih kuat, kita bertingkah seperti AS sebelum Perang Dunia II—tidak punya keberanian dan negara yang tidak punya nyali. Kita sekarang hanya seperti keong, dengan otak cerdas tapi tidak punya gigi atau kaki. Negara ini kehilangan semangat ksatria!

乡政府杂左 tentang 04/02/2012 di 09:46PM

Cina telah bersikap rendah hati selama ratusan tahun. Kami tidak akan membiarkannya lagi. Penduduk dunia semuanya menyaksikan; para bandit juga menyaksikan. Kita tidak boleh jadi pengecut. Bangkitlah, Cina!

赵继斌 tentang 03/02/2012 di 02:03AM

Berkaitan dengan semua pulau milik Cina yang berada di Laut Cina Selatan, hak kedaulatan dari pulau-pulau ini dimiliki oleh rakyat Cina. Hak ini tidak boleh dikompromikan dengan alasan seperti kepentingan negara-negara lain atau stabilitas politik. Hal itu tidak dapat diterima. Sehubungan dengan pulau-pulau yang diduduki oleh negara lain, maka pulau-pulau tersebut akan direbut kembali secara paksa, jika negosiasi diplomatis tidak berhasil dilakukan. Saat ini, Laut Cina Selatan dalam situasi yang rumit. Namun, pulau-pulau yang berlokasi di dalam garis perbatasan kami, secara historis telah banyak dikenal. Contohnya Pulau Diaoyu, kenapa pulau itu dikuasai Jepang? Dan kenapa mereka sangat mengganggu kami? Kami tidak menyerang atau menjajah wilayah negara lain. Tapi jika menyangkut wilayah kami, setiap inci akan kami bela dan akan kami rebut kembali dengan kekuatan penuh.

王跃 tentang 02/02/2012 di 05:05AM

Laut Cina Selatan selalu menjadi bagian dari wilayah Cina. Siapa saja yang ingin mengeruk keuntungan di sini sama saja dengan menyerang baik negara maupun rakyat Cina. Pemimpin Besar Mao mengajarkan pada kita: Kita tidak akan menyerang kecuali jika diserang. Jika kita diserang, kita pasti akan balas menyerang! Hidup Republik Rakyat Cina.

kabir ihan(india) tentang 31/01/2012 di 03:39AM

Jepang lebih kuat daripada Amerika.

小密州 tentang 31/01/2012 di 12:31AM

Kepulauan Spratly telah menjadi kepulauan milik Cina sejak zaman dahulu kala. Kami pasti akan menyerang jika kami diserang. Serang! Kembalikan kepulauan kami.

龙醒 tentang 27/01/2012 di 08:46AM

Karena Kepulauan Spratly adalah bagian wilayah Cina yang tak terpisahkan, kenapa kita harus bernegosiasi tentang hal itu? Jika saja ini Rusia atau AS, mereka pasti sudah memulai perang dengan mereka. Jika pemimpin sebuah negara adalah seekor singa jantan, maka rakyat yang dipimpinnya juga akan menjadi sekelompok singa. Orang baik biasanya lebih sering dianiaya; kuda yang baik biasanya lebih sering ditunggangi. Cina membutuhkan pemimpin yang bijaksana seperti Putin agar bisa terbebas dari kesulitan seperti saat ini. Senjata yang canggih tidak akan berhasil. Hal ini terbukti dari kenyataan bahwa dahulu kala si jalang Tz’u Hsi telah mengakhiri Armada Beiyang yang kuat. Cina telah menahan diri selama ratusan tahun. Cina seharusnya tidak menahan diri lagi. Orang di seluruh dunia menonton dan para penjahat juga menonton. Tidak ada kesempatan untuk jadi pengecut. Bangkitlah, Cina! 32767